Tuesday, November 2, 2010

Dulu kamu dari jurusan apa?

Saya kenal seorang ustadz, dulunya menempuh pendidikan kimia (kalau tak salah dengar)…kini telah memimpin santri sekira 709 orang. Koleksi kitab di perpus-nya mencapai ribuan kitab berbahasa Arab, Indonesia dan Inggris. Penguasaan bahasanya pun bahasa latin beliau kuasai. bukan lulusan pendidikan bisa jadi kepala madrasah?

Saya kenal seorang pengusaha konsultan bidang IT, dulunya DO dari teknik Fisika. kini menjadi pemasok sistem software utama salah satu bank syariah terbesar di Indonesia. Pengaturan perusahaan tentang pajak, brevet, akuntansi, manajemen SDM, IT system analyst dia mampu. Tak lulus kuliah, jadi pengusaha IT sukses?

Saya kenal dan baru agak dekat dengan seorang pengusaha percetakan. Beliau bahkan hanya lulus SMA. Kini mengelola dgn baik perusahaan percetakkan dengan fasilitas nyaris menyamai Gramedia. Selain itu, beliau juga memiliki sekolah menengah juga di daerah jawa tengah. Hanya lulus SMA bisa jadi pengusaha?

Saya kenal dengan seorang (lagi-lagi) lulusan teknik, tapi kehidupannya kini telah fokus pada pengembangan pendidikan baik sistem maupun teknis pengajaran. Seolah terhipnosis kalau beliau sedang mengajar. Sungguh atraktif, aplikatif dan mulai dari ilmu manajemen strategis sampai tentang tafsir pun cukup ciamik. Lulusan teknik jadi pengajar?

Saya kenal cukup dekat, seorang teman dari jurusan IT. Tak lama di akhir kelulusannya ia sdh jadi juragan bawang dan beras. Kini ia juga ikut mengurus badan kesenian daerah Jawa Barat. Dari IT sampai jualan bawang dengan sukses? Memang ada ya mata kuliah tentang cara menanam bawang?

Saya kenal seorang sarjana Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, dan Teknik industri. Ternyata mereka sekarang sudah jadi trainer pakar NLP, Hypnosis dan pengembangan diri yang sangat mumpuni. Apa hubungannya dengan jurusannya?

Saya punya kenalan seorang guru multi talenta. Bisa mengajar sekaligus IPS dan Bahasa Jawa (agak jauh juga ya menurut pandanganku), juga mengajar sejarah dan sosiologi. Saya jadi teringat saat-saat SD, yang namanya wali kelas itu mengajar semmuuuuaaa pelajaran…Memang beliau kuliahnya dulu jurusan apa ya?

Tampaknya performa tak terlalu berpengaruh dengan predikat jurusan apa yang ia miliki. Ada gairah, semangat, serta niat yang lurus. Modal untuk memiliki produktivitas yang paripurna.

Mari renungkan kembali sejarah para ilmuwan Muslim, bukankah mereka tak pernah hanya memiliki kompetensi tunggal? Ilmu kimia, kedokteran, matematika, selalu diiringi dengan ilmu filsafat, fiqh, hadits dan tafsir.

Lalu kenapa kita malah mengkotak-kotakkan seseorang yang telah tampil dengan produktivitasnya atas dasar asal-usul predikat akademisnya? Dia pun tak ambil pusing dengan hal tersebut. Kenapa kita malah jadi repot? Ah, dipikir-pikir, saya memang kurang kerjaan menanyakan hal-hal semacam itu. Sampai akhirnya saya merasakan sendiri bahwa saya harus banyak belajar dari mereka.
____

Ikhwan Abdillah

Merenungi perjalanan karir dengan pernah (dengan sengaja tentunya) mendapat predikat sarjana biologi. Sejak 5 tahun terakhir sempat mengajar murid SMP-SMA, kerja di bidang HRD perusahaan IT, lalu sekarang mengelola manajemen sekolah.

Sumber : Majalah RM

Mohamad Hasan Al Banna

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment