Tuesday, July 10, 2012

Kisah Tegakkan Sholat PHK didapat

Majalah Muslim - Kamis, 26 Safar 1423/ 09 Mei 2002
Berawal dari sebuah perkenalannya dengan seorang pemuda muslim Evi Cristiani yang kini
sudah menjadi seorang muslimah yang patut dicontoh. Perilaku keislamannya benar-benar
diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari walau begitu berat cobaan yang dihadapinya.

Sekali syahadat sebagai kesaksian sakral sudah ia ucapkan maka pantang baginya untuk surut
menegakkan kalimat Allah dalam kalbunya. Sudah pasti orang tuanya menentang
keinginannya, Evi pun harus hijrah ke tempat kost agar ibadahnya lancar ia kerjakan.

Belum lagi beres masalah dengan orang tuanya lantaran ia masuk Islam, Evi harus menghadapi
masalah di tempat kerjanya. Gadis berusia 27 tahun bekerja di sebuah biro perjalanan yang
mayoritas karyawannya beragama non muslim. Profesionalisme juga tidak dijalankan di sana
karena sikap sebagian besar karyawannya masih memakai sentimen agama.

Hasilnya Evi jadi bulan-bulanan para atasan karena dianggap tidak sejalan dengan pola pikir
mereka. Ada acara rutin tiap dua pekan sekali yang wajib diikuti oleh karyawan bagian Evi
bertugas. Acara yang sarat dengan unsur maksiat itu adalah mengunjungi bar-bar dan
bersenang-senang hingga mabuk.

Dulu ia tidak pernah lewatkan acara itu tapi sejak ia masuk Islam jelas acara model itu ia
tolak mentah-mentah. Segala alasan ia cari agar ia bisa terbebas dari dosa itu. Sampai
akhirnya atasannya jenuh dan tidak akan mengajak Evi hura-hura lagi. Beres dengan yang
satu itu muncullah masalah lain yang tak kalah menyakitkan

Ketika seorang kawannya pulang dari tugas ke eropa, ia membawa oleh-oleh yang dibagikan ke
rekan-rekannya kantornya tak terkecualiEvi. Oleh-oleh berupa kue itu tak disangka
mengandung daging babi. Lantaran Evi tidak tahu ia makan segigit kue itu lalu kawannya
punberkata,"Evi itu kan ada babinya kok dimakan juga"

Mendengar hal itu Evi pun lari ke kamar mandi dan memuntahkan sebisa-bisa makanan dalam
mulutnya sambil beristighfar tak henti-henti. Kawannya pun ia tegur, tidak keras tapi tegas.
Si kawan merasa tidak salah dan berkelit. Evi menghentikan debatitu dan coba menyabarkan
dirinya.


Yang diingatnya hanya kekuatan Allah agar bisa memberinya kekuatan untuk dapat bertahan
dari cobaan ini. Sejak itulah kebencian mulai tumbuh subur di antara rekan sejawatnya.
Menanggapi hal tersebut atasannya segera memindahkannya ke bagian lain.
Lagi-lagi di bagian yang baru Evi dihujam oleh fitnah yang bertubi tubi. Manajernya yang
baru justru yang menjadi momok lahirnya fitnahan tersebut. Cobaan demi cobaan itu
dipuncaki dengan dipanggilnya ia oleh pihak SDM.

Ia jelaskan bahwa ia harus menjalankan kewajibannya sebagai muslim yaitu shalat dan
berusaha menghindari kemaksiatan sekeras mungkin.Jalan keluar tidak ketemu dan PHK jadi
solusi yang terbaik.Evi terima dengan ikhlas,"rejekiku sudah diatur olehNya," gumam Evi
mantap sambil keluar kantor dengan perasaan lega.

Semoga Allah Swt memberikan kekuatan lahir bathin buat sdri. Evi yang telah mendapatkan
Hidayah di jalan Allah. Amin
Sumber: Penulis Amma - Majalah Muslim

Mohamad Hasan Al Banna

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment