Wednesday, August 11, 2010

Kyai dan Burung Beo

Alkisah ada seorang kyai di sebuah pesantren yang punya seekor burung beo yang pandai mengucapkan kata kata tauhiid spt tasbih, tahmid, tahlil, dsb, boleh jadi krn sering mendengar kata2 tsb dr kyai dan santri2 nya.

Suatu hari ketika kyai mendengar burung beonya sdg berkicau kalimat2 tauhiid, tiba2 seekor kucing menerkam si burung tanpa sempat ditolong sang kyai. Saat sekaratnya si burung beo ini bukannya mengucap kalimat2 tauhiid melainkan suaranya yang asli.
Sejak kejadian itu pak kyai mengurung dirinya di kamar sampai berhari-hari. Istri dan santri2 kebingungan melihat sikap pak kyai. Mereka mengira pak kyai
pasti sangat bersedih melihat burung beo kesayangannya mati.

Setelah berhari-hari mengurung diri, pak kyai akhirnya keluar dari kamarnya dan menemui para santri. Kemudian pak kyai bertanya, ''tahukah kalian, kenapa saya mengurung diri?'' serentak para santri menjawab tidak, tetapi bila dilihat sejak beo itu mati, pak kyai sepertinya sangat bersedih. Pak kyai berkata, ''benar.. Tapi bukan krn kematian si Beo, tapi krn proses kematiannya.''

''Setiap hari si beo mengucap kalimat2 tauhiid, tapi saat mati justru ia berteriak dgn suara yg sebenarnya. Saya khawatir kita pun akan demikian spt si beo, setiap hari kita berzikir mengucap kalimat tauhiid tapi khawatirnya tidak dengan hati kita bahkan sama sekali tidak membekas dalam hati dan perbuatan kita''.

Sudah seberapa mendalam dzikir kita? Semoga setiap harinya kita bergerak tak hanya menjadi spt beo..

Sumber : Ruang Muslim

Mohamad Hasan Al Banna

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment