Monday, September 6, 2010

Prioritas Cinta

Bismillah, ini merupakan thread pertama dalam forum "Fiqih Islam", semoga dapat bermanfaat. Tulisan ini sebelumnya pernah saya posting ke blog pribadi pada Januari 2008. Sebuah bahasan singkat dan sederhana mengenai prioritas cinta kita selaku manusia.

Sy lupa referensinya, tp dalam Islam, cinta (terutama prioritas cinta) dibagi menjadi 5, yaitu

Cinta hakiki, cinta yang paling utama, cinta suci, cintanya orang bertaqwa
Yup, cinta kepada Dzat Sang Sutradara sejati Pemilik naskah terbesar Yang Mengatur jalannya langit beserta seluruh binaannya dan bumi beserta apa yang ada di hamparannya. Itu adalah cinta yang paling utama, sebaik2nya cinta, dan sebaik2nya sebab. Cinta yang teramat dalam, tak dapat diukur dengan dunia, sulit di definisikan dengan kata. Dzat Yang senantiasa mencurahkan cintanya pada qta walau terkadang qta mengacuhkannya. Dia-lah Sang Pencinta. Allahu Ghoyatuna.. Allahu Rabbul Izzati..

Mencintai apa yang dicintai oleh Sang Pencinta merupakan bagian dari mencintai Sang Pencinta. Mencintai kekasih Allah yang menjadi suri teladan qta. Mencintai sosok manusia yang membuat air mata mengalir tatkala mendengar kisah hidupnya. ”alangkah indahnya hidup ini, andai dapat kutatap wajahmu.. kan pasti mengalir air mataku, kerana pancaran ketenanganmu..” sebuah lirik nasyid oleh Raihan untukmu, kekasih Allah, untukmu, Yaa Rasulullah. Ar-Rasulu qudwatuna..

Mencintai apa yang dicintai oleh Sang Pencinta merupakan bagian dari mencintai Sang Pencinta. Mencintai perjuangan dengan kesungguhan di jalan Allah. Menegakkan panji Islam. Melakukan sesuatu dari yang kecil2 bahkan terkesan sepele hingga hal2 besar yang menakjubkan, semuanya karena Allah. Jihad di jalan Allah..bersungguh-sungguh membela agama Allah..bersungguh-sungguh melakukan sesuatu karena Allah..Al-Jihadussabiluna..

Mencintai orang tua. Berbakti kepada kedua orang tua. Menjalankan perintah orang tua selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Birrul walidain..

Mencintai selain hal2 diatas (teman, saudara, bangsa, dll) diperbolehkan selama kadarnya tidak melebihi kecintaan kita kepada ke-4 hal sebelumnya.

nb:
Kalimat "Mencintai apa yang dicintai oleh Sang Pencinta merupakan bagian dari mencintai Sang Pencinta" dulu saya dapatkan ketika mengikuti salah satu dauroh di IPB. Mohon maaf bila terdapat kesalahan maupun kekurangan. Silakan bila ada yang berkenan membenahi maupun melengkapi tulisan di atas

Sumber : Miftahul Falah

Mohamad Hasan Al Banna

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment