Sunday, October 31, 2010

Mengajarkan anak berpakaian rapih

"Muslim itu jorok, lusuh, kumuh" label itu masih sering kita dengar dari banyak orang di negeri ini. Apa benar? jelas tidak. Penting bagi Muslim untuk  mendidik anak-anak (dan dirinya) untuk bersih dan rapi. Kali ini, kami akan menyajikan cara mengajarkan anak berpakaian rapi beserta ayat yang dapat dihafal oleh anak-anak kita.
 Ayatnya

ayat yang menjadi patokan akhlaq ini adalah

“pakailah perhiasan kalian setiap kali ke masjid.” خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ (QS. al-A’raf  7:31).

 Pakaian memang ada di lapisan paling luar dari diri kita. Kulit, kata orang. Tapi kulit mempunyai banyak fungsi, baiklah kita sebut salah satu saja, melindungi dari kebusukan. Semua orang tentu sudah memahami bahwa buah akan lebih cepat busuk apabila sudah dikupas dari kulitnya, atau ada kulit yang lecet. Segel pengaman paling hebat adalah kulit. Allahu akbar! Maha suci Allah yang telah menciptakan kulit dengan fungsi tersebut.

Alkisah, pada zaman jahiliyah ada orang yang tawaf di sekitar ka’bah dengan meninggalkan semua pakaiannya. Hal tersebut menjadi kebiasaan. Hal tersebut adalah salah satu hal yang menjadi sebab turunnya ayat “pakailah perhiasan kalian setiap kali ke masjid.” خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ (QS. al-A’raf  7:31). Oleh karena itulah dipandang perlu membiasakan anak agar berpakaian yang rapi saat ke masjid terutama, atau paling tidak saat sedang shalat .

Berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk menanamkan kebiasaan kepada anak agar berpakaian rapi.

1.  Teladan. Bagaimanapun, keteladanan adalah hal utama yang akan membuat anak melakukan banyak hal yang diinginkan atau tidak diinginkan. Berhati-hatilah dengan hal ini. Kebiasaan apapun, baik maupun buruk, bisa ditiru mentah-mentah oleh anak tanpa saringan. (maaf, mungkin akan lebih baik jika keteladanan ini dikeluarkan dari sini, tapi menjadi komponen utama dari semua kiat mengenai perilaku yang diinginkan dilakukan oleh anak). Beri contoh anak untuk berpakaian rapi untuk shalat atau menghadapnya.

2.  Siapkan pakaian yang khusus untuk shalat saja.

3.  Berikan asesoris atau pakaian tambahan untuk melakukan shalat. Misalnya mukena untuk anak perempuan, dan sarung plus peci untuk anak laki-laki. Hal ini akan bermanfaat bagi anak untuk merasakan bahwa saat shalat adalah saat yang spesial atau istimewa.

4.  Ajari anak untuk mengenakan sendiri pakaian istimewanya tersebut, sehingga rasa kepemilikannya menjadi lebih besar, meskipun kadang tidak sesuai dengan standar kerapian orang dewasa (dalam hal ini, lambat laun anak akan belajar).

5.  jika untuk shalat ia sudah mampu mengenakan pakaian yang layak, maka kebiasaan ini bisa dilakukan untuk kesempatan yang lain.

6.  Biasanya, saat memulai sesuatu yang baru, anak akan bertanya, “mengapa?”kita bisa merujuk ke ayat yang sudah tersebut di atas, “khudzuu ziinatakum ‘inda kulli masjid”atau kata Allah, “pakailah perhiasan kalian setiap kali ke masjid.” Hal ini akan menambah akrab anak dengan kitab rujukan ini, bahwa Allah juga mengajarkan kepada kita hal-hal yang praktis, dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

7.  Kita bisa juga bercerita kepada anak mengenai manfaat pakaian rapi dan bersih. Toh kita sendiri akan merasakan manfaatnya, misalnya tidak akan merasa gatal dan terkena penyakit kulit lainnya. Kebersihan badan juga menjadi kontekstual saat kita membahas ayat ini bersama anak-anak kita. Selamat berpakaian rapi dan indah!

Sumber : Majalah Ruang Muslim

Mohamad Hasan Al Banna

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment