Wednesday, October 6, 2010

Rezeki mengalir dari sepotong roti

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kisah ini terjadi pada zaman Al imama Ahmad bin Hanbal r.h
Adalah al-imam Ahmad bin Hanbal, dalam perjalanannya berkeinginan menghabiskan waktu-waktu malamnya di masjid. Hanya saja beliau mendapatkan halangan dari pihak penjaga masjid sehingga urung mabit (bermalam) di dalam masjid tersebut. Beliau sudah berusaha sedemikian rupa untuk memasuki masjid. tapi tak juga membuahkan hasil.

Al imam Ahmad bin Hanbal kemudian berkata: "Saya akan tidur di mana pun kedua kaki saya berpijak ". Benar saja apa yang beliau katakan beliau tidur di tempat berpijaknya kedua
kaki beliau. sehingga bangkitlah penjaga masjid dan menghimbau agar beliau menjauh dari area masjid. al-imam Ahmad bin Hanbal adalah seorang syaikh yang santun lagi tenang dan nampak padanya tanda-tanda keshalehan dan ketakwaan.

Terlihatlah sang imam oleh seorang pedagang roti. Setelah melihat dalam kondisi semacam itu, diajaklah beliau dan memang tampaknya beliau rasa-rasanya ada gelagat keinginan untuk ikut menginap. Beliaupun ikut pergi ke tempat tukang roti tersebut. Beliau sangat di hormati.

Tengah malamnya, Pedagang roti itu terus saja mempersiapkan dan mengadon roti. Al-Imam Ahmad bin Hanbal mendengar pedagang roti membaca istighfar, membaca lagi dan seterusnya. Kondisi semacam ini berlangsung cukup lama. Beliau takjub dan kagum.
Waktu terus bergulir hingga memasuki suasana pagi. Al-Imam Ahmad bin Hanbal mencoba bertanya tentang istighfarnya itu. Tukang roti pun menjawab. "Sebenarnya selama memproses adonan roti saya terus menerus beristighfar".
Al-Imam ahmad bin Hanbal bertanya lebih jauh: "Apakah anda mendapatkan buah/manfaat dari istighfar anda?" Beliau bertanya demikian kepadanya. padahal beliau sudah tahu buah / manfaat istighfar itu. termasuk keistimewaan dan faedah-faedahnya.
Tukang roti menjawab : "Ya demi Allah tidaklah saya berdoa kecuali dikabulkan. Kecuali satu doa".
"Doa apa(Yang belum dikabulkan) itu? Tanya AL-Imam Ahmad penasaran.
Tukang roti menjawab "Ingin melihat Al-Imam Ahmad bin Hanbal".
Beliau menjawab "Sayalah Ahmad bin Hanbal. Demi Allah, saya benar-benar ditarik untuk sampai kepadamu"

Subhanallah, Astaghfirullah.

Tiadalah orang yang banyak membaca Istighfar kecuali Allah kabulkan do'a-do'anya.

Q.S Nuh ayat 10-12:
"Maka aku (nabi Nuh) berkata (kepada kaumnya) "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu"

Mari kita memperbanyak membaca Istighfar. Rasul mencontohkan, minimal 100x per hari.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Sumber : Ruang Muslim

Mohamad Hasan Al Banna

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment