Wednesday, October 20, 2010

Hitam Putih dua Jilbab


Kisah 1. Mindset

Bandung, di toilet wanita.

dua gadis tampak bersama, satu berkerudung, satu berambut ikal sebahu
si gadis berkerudung hendak merapikan rambutnya.
Begitu kerudung dibuka, tergerailah rambut panjangnya yang legam.

gadis berambut ikal sebahu segera tercengang
"Rambut kamu bagus banget...!
Sayang nggak ada yang lihat......"

Kisah 2. Klaim

Jakarta, Gedung Perkantoran

Mengenakan jilbab yang agak lebar, membuat si Butet seperti mendapat stereotipe yang baik dari rekan2 kerjanya.

"Lagi shaum ga mba?", pertanyaan yang sering kali dilontarkan rekannya sebelum menawarkan makanan.

"Wah, mba ini pasti udah selesai ya, syawallannya?", kata yang lain. Yang diomongin sih senyum2 aja meski dalam hati "hiks.. belum pak"

Si Butet jadi teringat saat awal Ramadhan dulu, saat hati agak berbangga karena tiga hari pertama dapat memenuhi targetan tilawahnya.

"Mba manis udah berapa juz?", tanya seorang ibu yang unitnya bersebrangan dengan instansi tempat si Butet bekerja. Ibu ini memang sering memanggil si Butet dengan sebutan mba Manis, selain namanya.

"Udah 6 juz Bu, Alhamdulillah" jawab si Butet

"Saya tinggal 2 lagi, udah 18 juz. Ga terasa" kata si Ibu.

"Waahh.. hebat bu" kata si Butet terus terang.

Lain lagi ketika pagi2 si Butet ke musholla untuk sholat dhuha. Biasanya di sana sudah ada minimal 2 orang yang sedang sholat.

Lebih-lebih si ibu sekretaris, yang biasanya sudah selesai sholat dhuha saat si Butet, yang biasa telat, baru datang.

Memang kebaikan tidak bisa diklaim milik sebagian orang

"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Makaberlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Q.S. Al-Baqoroh:148)

Mohamad Hasan Al Banna

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment