Saturday, October 23, 2010

Haji dilarang ketawa

Kamus Haji

Ini yang perlu diketahui.

1.  Haji Mansur : naik haji karena halamannya digusur.

2.  Haji Abidin : haji atas biaya dinas

3.  Haji Halimah : haji sampai halim lalu  ke rumah

4.  Haji Abu Bakar : haji atas budi baik golkar.

5.  Haji Simatupang : haji siang malam tunggu panggilan ( waiting list )

6.  Habib : haji atas biaya barteran.

7.  Haji Kosasih : Haji karena Ongkosnya Dikasih

Kok Pecah

Pengusaha gerabah dari Bantul, Yogyakarta memproduksi souvenir haji dari bahan gerabah. Souvenir berbentuk kecil – kecil itu dikemas dalam plastik kemasan yang bagus. Salah satu pebisnis memborong untuk dijual ke Arab Saudi. Namun, barang itu belum sampai di negeri minyak itu sudah pecah, padahal di kemasan ditulis “DITANGGUNG TIDAK PECAH”.

“Ini jelas membohongi konsumen, Sampeyan ya. Mau menipu pembeli ya,” protes tengkulak dengan berang.

“Jangan marah dulu,Pak. Silakan perhatikan tulisan ini. DITANGGUNG TIDAK PECAH.”

“Justru itu masalahnya…,”potong tengkulak lagi.

“Bapak harus ingat bahwa di Arab tulisan ini akan dibaca dari kanan: PECAH TIDAK DITANGGUNG!” kilah Wakijo, produsen gerabah.

Lauk Pilihan

Wasmo, lelaki lanjut yang baru pertama kali naik pesawat.Kepergiannya naik haji ini adalah kesempatan perdananya mengenal enaknya naik pesawat.

Dengan sedikit mengantuk, ia didatangi pramugari. Oleh pramugari ia ditawari makanan. “ Mau lauk daging sapi apa ayam, Pak?”

“Nggak, nggak, saya nggak pesen. Saya masih kenyang,” tolak Wasmo. “Ah, saya kan harus ngirit, jangan sampai duit habis sebelum sampai di tujuan,” gumamnya.

“Bapak, ini jatah Bapak. Gratis. Bapak tidak perlu membayar,” bujuk pramugari sembari tersenyum.

“Apa? Tidak perlu membayar?” setengah tak percaya Wasmo bertanya.

Pramugari mengangguk. Masih tersenyum. Wasmo tersenyum malu. “ Daging ayam sajalah kalau begitu, Jeng.”

Tidak Ada Pangkat

Seorang berpangkat tinggi rewel selama mengikuti manasik haji. Tentu sangat menyebalkan bagi pembimbingnya. “Maaf, di sini tidak ada pangkat, Pak, yang ada ketakwaan.”

“Tapi, mengapa ongkosnya beda – beda?

Studi Banding

Atas desakan masyarakat yang begitu gencar, akhirnya pemerintah mengirim utusannya untuk melakukan studi banding mengenai sistem penyelenggaraan ibadah haji ke Malaysia. Didapatkan bahwa sistem Tabung Haji yang digagas pertama kali oleh Ungku Aziz, seorang ekonom dari Universitas Malaya, pada 1959 sangat bagus.

Sepulang dari dari Malaysia, utusan tersebut melaporkannya kepada atasannya. “Karena didukung database yang lengkap, mereka yang belum berhaji akan diprioritaskan,” lapor Haji Saridin.

“Well,terus?”

“Yang patut dicontoh, para calon jamaah haji tak perlu berebut mendapatkan kuota. Mereka tinggal menunggu giliran,” lanjut Haji Saridin.

“Nah, ini. Tolong nilai plus yang kedua ini jangan sampai diketahui oleh umum. Biarlah menjadi rahasia kita saja,” pesan Haji Bairi, atasan Haji Saridin.

Haji Saridin melongo.

____

Sumber : Bisri, Hasan. Haji Dilarang Ketawa. Penerbit Hikmah-Mizan : Bandung

Sumber : Ruang Muslim

Mohamad Hasan Al Banna

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment