Wednesday, October 27, 2010

Baca Koran dan Al-Quran

Kalau engkau membaca novel seperti itu kelihatannya asyik sekali" kata paman Mokdul kepada keponakannya

"ya..memang ini hobi saya yang utama Paman"

"mampu berapa halaman setiap hari kamu membaca buku semacam itu?"

"rata-rata seratus halaman"

"kalau koran berapa halaman?"

"enambelas halaman, tapi luas halamannya delapan kali buku novel seperti ini"

"kalau al-Quran atau kitab tafsir engkau membiasakan membaca berapa halaman setiap hari?"

"belum tentu berapa halaman, kadang kadang setiap minggu kalau ditotal sekitar sepuluh halaman"

"bagaimana bisa terjadi seperti itu?"

"maksud paman?"

"kalau novel atau surat kabar setiap hari kaubaca berpuluh puluh halaman, sedangkan Al-Quran hanya kaubaca satu seperempat halaman"

"baca novel dan surat kabar itu kan penting"

"yah itu juga penting, tapi jangan sampai meninggalkan baca Al-Quran"

"baca Al-Quran itu kan tidak wajib , Paman. bahkan baca al-Quran dalam shalat pun hanya sunnah. tidak apa-apa toh kalau saya tidak baca?"

"itu dikarenakan kau telah terperangkap oleh pemikiran wajib dan sunnah. Kau terjebak pemikiran fiqhiyah. Membaca Al-Quran bukan soal wajib atau sunnah. Baca Al-Quran itu sebagai tanda cinta kepada Allah. Siapa yang ingin berbicara dengan Allah, hendaklah membaca Al-Quran. bagaimana engkau kan bisa beramah tamah dengan Allah di akhirat kelak kalau ketika hidup di dunia tak sering berdialog dengannya?

Sumber : Zawawi Imron, Soto Sufi dari Madura

Mohamad Hasan Al Banna

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 comments:

Post a Comment